Program Educational Objectives (PEO) atau Tujuan Pendidikan Program Studi MAP FISIP UNISRI

Program Educational Objectives (PEO) atau Tujuan Pendidikan Program Studi MAP FISIP UNISRI

Di Tengah tuntutan zaman yang terus berubah, Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Slamet Riyadi hadir dengan semangat pembaruan dan komitmen keilmuan yang berakar pada nilai-nilai lokal. Salah satu manifestasi visi ini tercermin dalam rumusan Program Educational Objectives (PEO) atau Tujuan Pendidikan Program Studi, yang menjadi panduan strategis dalam merancang capaian lulusan MAP.

Apa itu PEO?

PEO adalah rumusan tentang kompetensi yang diharapkan tercapai oleh lulusan beberapa tahun setelah menyelesaikan studi. Berbeda dari capaian pembelajaran jangka pendek (learning outcomes), PEO bersifat jangka menengah hingga panjang, mencerminkan visi keilmuan Prodi serta relevansinya terhadap kebutuhan pengguna lulusan, seperti instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.

Siapa yang Menjadi Sasaran PEO?

Rumusan PEO Prodi MAP dirancang untuk menyasar dua pihak utama:

  1. Mahasiswa dan lulusan, sebagai individu yang akan menginternalisasi nilai dan kompetensi sesuai tujuan pendidikan.
  2. Pengguna lulusan, seperti instansi pemerintah, NGO, dan masyarakat luas, yang akan merasakan dampak kehadiran lulusan MAP dalam transformasi sektor publik.

PEO sebagai Cerminan Visi Keilmuan Prodi MAP

Visi keilmuan Prodi MAP adalah “Unggul dalam Pengembangan Ilmu Kebijakan Publik dan Manajemen Publik yang berjiwa Pancasila dan nilai-nilai ke-Slamet Riyadi-an.” Rumusan PEO menjadi konkretisasi dari visi tersebut:

  1. PEO 1 – Lulusan Prodi MAP mampu menjadi pemimpin transformasional di sektor publik, yang mampu merancang dan mengimplementasikan kebijakan berbasis bukti serta pendekatan kolaboratif antar pemangku kepentingan dalam dinamika globalisasi.
  2. PEO 2 – Lulusan Prodi MAP mampu menjadi pengelola sektor publik yang mampu mengembangkan manajemen, tata kelola, pembangunan, dan pelayanan sektor publik yang efisien, efektif, akuntabel, dan inovatif selaras dengan dinamika kehidupan lokal, regional, nasional, dan internasional di era globalisasi.
  3. PEO 3 – Lulusan Prodi MAP mampu menjadi pengelola sektor publik yang mampu menginternalisasikan nilai Pancasila dan menerapkan nilai Keslametriyadian dalam pengambilan keputusan publik yang berorientasi pada keadilan sosial.
  4. PEO 4 – Lulusan Prodi MAP mampu menjadi komunitas masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan lokal, regional, dan nasional

Mengapa PEO Penting?

PEO bukan sekadar jargon administratif. Ia adalah kompas pendidikan yang memastikan arah pembelajaran tetap menyatu dengan perubahan iptek, kebutuhan nyata dunia kerja, dan kekhasan lokal yang membedakan MAP dari Prodi sejenis. PEO juga menjadi elemen penting dalam proses akreditasi, transparansi akademik, dan komunikasi visi kepada mahasiswa maupun pengguna lulusan.

Alur Konversi dari PEO hingga Menjadi Materi Belajar di Kelas

Terdapat mekanisme konversi yang memastikan bahwa nilai-nilai strategis tersebut benar-benar tumbuh di ruang kelas.

  • Dimulai dengan PEO (Program Educational Objectives).
  • Dituangkan menjadi Profil Lulusan (karakter dan kompetensi ideal saat kelulusan).
  • Dirumuskan sebagai CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan.
  • Dipecah ke dalam CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah).
  • Diurai lagi menjadi Sub-CPMK (capaian mingguan/topikal dalam RPS).
  • Disusun dan disistematisasi dalam struktur dan isi Kurikulum.
  • Dijabarkan dalam RPS mata kuliah.
  • Diwujudkan sebagai materi ajar, metode pembelajaran, dan asesmen di kelas.

Mempelajari alur kurikulum bukan hanya soal memahami struktur pendidikan, tapi tentang merancang masa depan dengan arah yang jelas dan berdampak. Mari terus belajar, karena dari sana lahir perubahan—untuk diri kita, masyarakat, dan negara.

Leave a Reply